Seberapa sering Anda update artikel di blog? Setiap hari? Dua hari sekali? Seminggu sekali?
Frekuensi update artikel memang selalu menjadi pembahasan klasik (kalau tak mau dibilang basi), karena toh meski Anda berbusa-busa seperti John Chow tuk menyarankan agar update setiap hari, semuanya tentu akan berpulang pada bagaimana blogger yang bersangkutan melihat blognya dari sudut pandang masing-masing.
Namun setidaknya ada satu prinsip yang menjadi tolak ukur untuk menilai seberapa niatkah blogger tersebut untuk terus konsisten ngeblog. Prinsip ini pun terbilang sangat sering ditulis, baik oleh blogger kawakan maupun blogger kemarin sore. Mau tahu prinsip apa yang dimaksud?
Prinsip itu adalah passion.
Mengapa? Karena alasan-asalan berikut:
- Tanpa passion, Anda akan cepat kehilangan semangat saat blog tak berkembang seperti yang diharapkan.
- Tanpa passion, Anda akan mudah lepas kontrol dan terbawa arus tulisan-tulisan blog mainstream dan lupa dengan potensi diri sendiri.
- Tanpa passion, Anda mungkin takkan lagi merasakan asyiknya mengolah ide menjadi sebuah tulisan.
- Tanpa passion, siapa saja yang membaca tulisan Anda akan tertular, alias sama tak bergairahnya dengan Anda.
- Tanpa passion, Anda takkan mau membaca artikel ini

Dan kenapa passion ini begitu penting? Bukankah tak seharusnya memaksa diri sendiri terus menerus mengerutkan kening hanya tuk aktivitas blogging?
Well, disinilah bedanya antara blogger yang serius dan yang cuma setengah hati.
Blogger yang serius memiliki semangat belajar dan keinginan tuk meningkatkan kemampuan yang tinggi. Walau disadari kemampuan menulisnya kurang, ia akan terus menulis. Meski tahu pengetahuan akan platform blog dibawah standar, ia akan terus mencoba dengan berbagai cara. Pun jika ia masih menganggap dirinya newbie, ia sepenuhnya mengerti bahwa waktu akan menjawab itu semua.
Nah, kira-kira apa bahan bakar utama yang menjadikan blogger tersebut tetap bertahan?
Lagi-lagi jawabannya: passion.
Bagaimana cara menemukan passion ngeblog?
Mudah saja. Itu terlihat jelas dari seberapa sering Anda menulis. Titik.
Wow, cuma itu? Ya, coba perhatikan blog-blog yang hingga kini masih eksis, adakah persamaan yang mencolok? Yup, blog-blog itu selalu ter-update dan rutin memberi konten-konten segar ke blogosphere. Kalau Anda berkilah: ah, ada juga kok blog yang jarang update tapi pagerank-nya tetap tinggi dan sering menjadi rujukan. Nah, sekarang saya tanya: apakah yang Anda inginkan adalah yang seperti itu? Jika ya, berarti selamat, Anda telah melewati masa-masa dimana passion blogging Anda tak lagi berbekas ![]()
Disini yang saya coba tekankan adalah bagaimana passion ngeblog mempengaruhi ritme menulis sehingga menjadikan Anda lebih produktif. Jadi, masih ingin dilanjut?
Ok, sekarang kita berlanjut ke permasalahan produktivitas seorang blogger. Kalau memang asumsi penilaian tinggi-rendahnya passion dapat diukur dari intensitas menulis, pasti diantara Anda semua ada yang lantas berfikir: memangnya bisa menulis tiap hari? Itu kan perlu ide?
Ya, benar sekali. Tulisan tanpa ide itu seperti jalan yang ngalor ngidul tanpa tahu arah yang dituju. Adanya ide membuat tulisan kita lebih terstruktur, memuat argumen-argumen yang jelas, dan memiliki ‘tongkat picu’ bagi pembacanya untuk menanggapi. Hadirnya ide bagaikan pokok tiang yang menjadi landasan alasan tulisan itu dibuat. Juga, seperti yang sudah menjadi hal yang lumrah, tingkat ketersediaan ide dapat menunjukkan tingkat produktivitas seorang blogger.
Menemukan ide-ide agar lebih produktif
Dimana kita mencari ide? Ngga usah jauh-jauh, lihat saja kita sendiri. Seperti yang pernah saya tulis di artikel Rahasia Menggali Ide Postingan Blog Yang Tak lekang Oleh Zaman, kita dapat memulainya dari hal-hal yang hanya dan cuma kita yang tahu. Dari mulai biografi, hobby, hal-hal yang ingin diketahui, dan hal-hal yang dibenci. Polanya pun tak harus begitu. Kita bebas menentukan formasi cabang-cabangnya, asalkan masih berkaitan dengan diri sendiri.
Nah, setelah mengetahui titik-titik mana yang bisa diangkat menjadi sebuah artikel, kita buat mindmap untuk mencari faktor 5W1H (what, who, where, when, why dan how) di setiap draft artikel. Langkah selanjutnya, mulailah membuat jadwal realistis untuk publikasi. Untuk permulaan, update seminggu sekali tak apa. Berikutnya, jika ritmenya sudah pas, bisa ditingkatkan seminggu dua kali, dua hari sekali, sampai setiap hari.
Jumlah kata pun menyesuaikan. Misal, untuk masa-masa awal, buatlah artikel dengan 300-an kata. Nanti seiring makin lancarnya menguraikan mindmap dan dalamnya pembahasan, artikel dengan 500-an kata adalah jumlah minimum yang ideal untuk sebuah artikel blog.
Bagaimana, patut dicoba, kan?
Kalau masih ada yang meragukan, berarti Anda patut meragukan passion blogging Anda. ![]()
Atau, Anda punya pendapat lain yang ingin dibagikan di sini? Share, please.
![[ JhezeR ].com - Seputar Blogging,WordPress,Tekno,Tutorial,Info,Download,Review,SEO dan Cerita ala JhezeR](http://jhezer.com/wp-content/media/JhezeRcom.png)
hobi + passion mmg menjadikan blogging lbh menyenangkan.
mgkn kadar passion setiap blogger yg blum maksimal yg menjadi kendala dlm blogging termasuk saya sendiri.
tulisan yg bagus mas darin
Balas Yoo
Berawal dari hobi itu bagus mas Jhezer. Tapi saya kira ga semua blogger tadinya hobi menulis kan?
Saya sendiri juga begitu.
Nah, passion yang coba saya angkat di atas mudah-mudahan dapat ‘membakar’ semangat, hingga yang tadinya ngga hobi jadi hobi yang menyenangkan
Balas Yoo
Setuju sama mas Darin. saya juga sebenarnya males banget buat nulis. tapi dicoba saja
Manfaat yang dirasakan banyak banget dan tentunya menyenangkan
Balas Yoo
mantap bro infonya dan saya suka postingan ini
Balas Yoo
artikel motivasi blogging ni yeee??? ane suka ama “Tanpa passion, Anda takkan mau membaca artikel ini
”.. betul banget tanpa passion maka kita ngga bakalan rajin update artikel..
apa lagi jika kita passion tersebut disisipi dengan niat berbagi maka insyaAllah ia akan tetap istiqomah dalam ngeblog..
Balas Yoo
Setuju mas. Blogger di satu titik pasti membutuhkan alur sosialisasi, dan itu ada pada ritual blogwalking tuk membaca artikel2 motivasi. Tapi kalau passion tak ada, apa semangat blogwaking-nya coba?
Balas Yoo
Kalo ngeblog sekedar blogwalking, membalas komentar, dan merancang ide mungkin saya hampir setiap hari melakukannya. Tapi untuk mempublish suatu artikel baru, paling tidak seminggu sekali atau dua kali biar bisa lebih fokus dalam kontent. Semangat berbagi jangan sampai hilang, menurutku itu juga penting
Balas Yoo
Cara itupun bagus mas Sholihin. Makasih tambahannya.
Balas Yoo
passion = apa yang kita minati, kita ingin kerjakan dibayar atau tidak, namun kita masih terus belajar dan sadar kita tidak akan pernah ahli karena selalu terus belajar menjadi lebih baik.
itu sih mas menurut saya soal passion. Dan soal ngeblog, sebenarnya kalau saya gak terlalu passion dengan ngeBlog, tapi lebih passion dengan menulis, dan menulis dimanapun kapanpun bagi saya menyenangkan, seperti makan nasi setiap hari, yang tidak bisa saya tinggalkan.
bagi yang mengerti passion mereka dan menemukannya, selamat, bagi yang belum, selamat mencari.
Balas Yoo
saya rasa blogging sangat dekat kaitannya dg passion dlm menulis mas hanif, kalo sudah suka menulis urusan blogging jg lancar.
Balas Yoo
blogging is hobby karena berbagi itu sesuatu yang mengasikkan. Walau saya pribadi masih jauh dari pribadi seorang blogger, tapi saya yakin bahwa beberapa potong kalimat yang tertulis akan bermanfaat bagi yang lain. Semoga
Balas Yoo
tulisan mas darin mmg memotivasi mas, saya belum termasuk blogger produktif nih
Balas Yoo
Setuju mas. Passion itu penting karena menurut saya itu yang bisa memberikan “kenikmatan” saat kita ngeblog.
Eh tapi kalo untuk urusan kuantitas postng saya masih belum, hehehe
Trims mas Dendy buat mindmapnya.
Balas Yoo
Kalau melihat usia ngeblog saya yang sudah hampir 4 tahun, berarti saya punya passion kan mas? Usia ngeblog yang saya maksudkan yaitu masa sejak saya mulai serius ngeblog hingga saat ini. Dimulai pd September 2008 (di blogspot). Lalu lanjut ke hosting berbayar sejak Februari 2010 hingga sekarang.
Yach, saya boleh dibilang sudah lulus ujian masa ngeblog selama 3 tahunan
(walaupun sempat hiatus beberapa minggu di antara masa tersebut, tapi itu pun karena kesibukan offline atau karena sedang tidak ada ide). Kisah bagaimana saya bisa terjun ke duna blog bisa dibaca pada halaman profil blog saya, berhubung panjang komentar di sini ternyata dibatasi 750 karakter. Padahal saya ingin sedikit sharing saja dengan total 800-an karakter.
Balas Yoo
lanjut aja sharingnya mas Is di komentar yg baru, kan tinggal beberapa puluh karakter lg
. saya batasi krn saya melihat komentar spam biasanya lbh dari 750 dan itu tidak tersaring sama akismet.
Balas Yoo
Wah klo punya saya malah gak beraturan, terkadang ada yg cuman 100 – 150 kata. Kadang malah ada yang sampe 1000 kata, wah absurd pol kayak yg punya nih
Balas Yoo
kalo mmg apa yg mau disampaikan cuma 100-150 kata bisa dipahami pembaca, gak masalah jg kok mas graha.
Balas Yoo
hemm.. dilema seorang narablog khususnya saya pribadi, sebetulnya saya sendiri memulai aktifitas ngeblog sejak tahun 2010, dan terbukti di blog saya saja masih ada sedikit banget konten yg beredar, memang sih menulis adalah hal yg paling sulit buat saya, akan tetapi saya masih pingin bertahan dan terus belajar menembangkan cara menyajikan konten yg baik, artikel diatas sangat berguna sekali sebagai penyemangat saya untuk terus mengupdate konten, terimakasih mas Darin
Balas Yoo
ternyata tulisan mas darin to, sangat memotivasi mas
Balas Yoo
Mas darin ada dimana-mana ya,… tulisannya saya akui inspiring.
sampai sekarang saya masih belum menemukan pasion sendiri, terkadang di fikiran sering terbawa arus blog lain, tapi syukurlah…. dengan tekad tetap mengikuti topik yang dipilih. itu godaan terbesar dalam blogging, apalagi iri dengan rating blog sebelah. Siapa yang tak tergiur?
Balas Yoo
Kalau sy di blog sy sudah ber-passion belum, Mas? Hehehe.
Balas Yoo
wah bener banget bos poin yang saya dapat para blogger harus tetap semangat
Balas Yoo
Mas Darin melebarkan sayapnya kemana-mana
Tentang urusan ngeblog, saya rasa tidak melulu harus berbentuk tulisan mas. Ambil contoh tumbr. Mayoritas bloggernya membuat artikel berbentuk gambar/foto/video (banyak yang tanpa text malah).
Tentang passion, saya juga tidak terlalu sependapat kalau ukurannya berdasar jadwal posting maupun jumlah kata.
“Being a good blogger that delivers quality content is my passion. Even if it takes almost forever to publish a single post.”
Saya masih belum jadi seorang blogger yang baik, tapi saya berusaha untuk menuju ke sana.
Balas Yoo
Mantab mas bro tulisannya. Saya juga lagi blajar untuk bisa nulis mas. Saya memulai aktivitas bloging juga dah lama, tapi tulisan saya masih bisa ditulis dengan jari tangan dan jari kaki. btw..Saya suka banget dengan tulisannya…
Buat mas jhezer kemaren saya download temanya mas tapi blm ijin… he… ni sekarang mo ijin. Parahnya lagi udah blm ijin langsung main edit saja. he… maaf…
Hasilnya ada disini mas http://ebook.30menit.web.id/
Tapi tenang kode etik blogernya masih saya pake. Linknya masih terpasang di footer.
Terima kasih..
Balas Yoo
Setelah baca postingan agan ni saya jadi termotivasi dalam blogging. Kayaknya harus memiliki passion yang kuat untuk bisa terus maju menjadi blogger sukses
Balas Yoo
kadang masalah waktu dan ide yang tak kunjung datang ..akhirnya bingung mau nulis apa, thanks atas infonya, jadi penyemangat ni..
Balas Yoo
Terkadang saat saya menulis dengan spontan memiliki hasil yang lebih baik dibanding saya membuat konsep dlu, memikirkan apa yg nantinya saya akan ceritakan dll.
Balas Yoo
Halo, Silahkan Tinggalkan Jejak Komentarnya Yoo...
[ Tulisan Populer ]
[ Tulisan Terbaru ]
[ Intip Yoo ]
[ Internet Sehat ]
Blogger Tamu