Root » Info » Bagaimana Menghadapi Klien yang Banyak Maunya?

Bagaimana Menghadapi Klien yang Banyak Maunya?

Beberapa alasan saya posting tentang hal ini. Pertama karena saya sudah sering menghadapi klien yang banyak maunya namun dengan harga semurah mungkin.

Pertanyaan yang sering muncul adalah apakah ini salah? Tidak,  tentu tidak. Mendapatkan pelayanan maksimal adalah hak dari seorang klien atau costumer. Kemudian bagi kita seorang freelancer, blogger, publisher, memberikan pelayanan terbaik pada mereka adalah sebuah keharusan.

Namun sampai manakah batasan hal ini? Saya akan menjabarkan setidaknya beberapa hal mengenai seorang klien yang banyak menuntut dan menyikapinya dengan bijak sana.

Bersabar Tapi Jangan Asal Mengiyakan

Pengalaman ini saya dapat ketika kedapatan seorang yang ingin beriklan di twitter saya. Seorang itu adalah marketing untuk obat peninggi badan. Pertama memang berjalan mulus sebuah diskusi mengenai apa kewajiban saya dan apa hak saya. Saya memiliki kesempatan 5 kali tweet untuk mempromosikan produknya sehingga total jumlah pendapatan saya adalah Rp 50.000. Setelah jalan 3 kali tweet, klien tersebut protes, beberapa kali telp saya. Mengatakan bahwa jasa saya tidak “recommended” tidak mensukseskannya.

Saya menjadi bingung. Saya jelaskan secara rinci maksud jasa tweet saya. Namun klien tetap tidak mau mengerti dan meminta uangnya kembali. Begitupun saya tetap bersabar untuk menjelaskan. Lantas apakah saya mengiyakan uang klien dikembalikan? Pada kasus saya waktu itu, TIDAK.

Dikarenakan klien menuntut berlebihan tidak sesuai kesepakatan yang dimaksudkan. Padahal semua hal itu sudah dijelaskan diawal kesepatakan. Hal ini sering terjadi diantara para blogger, publisher, banyaknya klien yang inginnya gratisan. Berdalih apa yang kita kerjakan tidak sesuai harapan. Jadi bersabarlah saja, jangan asal mengiyakan.

Klien Itu Partner Bukan Si BOS

Banyak anggapan yang salah, terjebak, kemudian mundur dari dunia bisnis online atau freelance online. Mengapa? Hal ini dikarenakan klien yang datang dan memakai jasanya dianggapnya BOS. Padahal tidak demikian. Ingat. Bahwa klien adalah partner kerja anda. Kedudukannya setara dengan anda. Dimana jika kesepatakan antara anda dan klien batal, maka anda tidak mendapatkan pendapatan dan klien tidak mendapatkan hasil kerja anda.

Berbeda dengan BOS. BOS mendapatkan gaji, dan anda pun begitu namun anda memiliki pertanggung jawaban kepada si BOS. Jika anda tidak mengerjakan pekerjaan yang diminta BOS, anda dipecat tidak mendapatkan pendapatan tapi BOS anda tetap mendapatkan pendapatan dari perusahaan. Sehingga anda merasa rugi tapi si BOS tidak.

Klien dengan kedudukan yang sama dengan anda, sehingga anda perlu menjelaskan dengan detil, kurang lebihnya jasa anda. Yang ingin dibeli klien pertama adalah kepercayaan anda. Klien di dunia online begitu riskan dan tidak percaya. Sehingga menjelaskan dengan rinci adalah kunci utama anda dalam mencapai kata kesepakatan. Lalu kedua adalah hasil kerja. Walaupun anda sudah menjelaskan rinci diawal, anda tetap harus mengupayakan ada keuntungan dari pihak klien. Artinya anda tetap harus bekerja maksimal.

Perlu diingat sistem ABS atau asal bapak senang tidak berlaku di dunia klien. Jika klien merasa anda mengiyakan semua maunya, tapi hasilnya tidak maksimal bahkan tidak ada, klien akan berpindah ke orang lain yang memiliki jasa seperti anda.

Jangan Segan Bilang TIDAK

Banyak yang tidak setuju dengan pendapat saya yang satu ini. Itu hal yang lumrah. Tapi menurut pengalaman saya, saat saya mengatakan tidak ataupun menolak tawaran calon klien, calon klien itu akan pergi, namun tidak serta merta membawa nama saya ke dalam daftar nama buruk freelancer yang dibawanya.

Artinya hindari pekerjaan apapun yang anda rasa tidak mampu anda kerjakan atau adan belum siap menerima pekerjaan itu. Jika anda asal menerima, maka saat anda gagal, klien tidak akan pernah kembali ke tempat anda. Alhasil nama baik anda tercemar dan rizkipun sulit menghampiri anda. Apakah gagal itu tidak boleh? Boleh, asal anda mendapatkan pelajaran dari kegagalan itu. Tapi jika gagal itu disebabkan oleh anda yang rakus akan nilai proyek yang ditawarkan, itu namanya ketamakan, dan kegagalan itu yang sulit sekali diambil pelajarannya.

Jadi, katakan TIDAK jika belum mampu, belum sanggup, ataupun proyek itu anda perkiraan belum bisa anda kerjakan sendiri atau butuh freelancer lainnya untuk membantu mengerjakannya.

Artikel ini memang mirip-mirip dengan artikel saya di ruangfreelance dot com, tapi berbeda karena sekarang saya sebagai publisher dimana ini adalah pengalaman penting yang belum pernah saya bagi-bagi. 🙂

Semoga bermanfaat ya, silahkan berdiskusi.

Twitter

Hanif Ilham Mahaldi

Seorang Blogger dengan spesialis content writer, penulis lepas yang masih cari-cari client, seorang yang lebih gemar menulis, cari ide, dibandingkan dengan mainan coding, internet marketer with twitter specialist, kalau mau tahu tentang saya, cek lagi aja ke blog saya. :)

telah mempunyai 9 Tulisan di JhezeR.com

Info » » »
Bagaimana Menghadapi Klien yang Banyak Maunya? Reviewed by Hanif Ilham Mahaldi on . Sebuah Tulisan tentang Bagaimana Menghadapi Klien yang Banyak Maunya? @JhezeR.com

Beberapa alasan saya posting tentang hal ini. Pertama karena saya sudah sering menghadapi klien yang banyak maunya namun dengan harga semurah mungkin. Pertanyaan yang sering muncul adalah apakah ini salah? Tidak,  tentu tidak. Mendapatkan pelayanan maksimal adalah hak dari seorang klien atau costumer. Kemudian bagi kita seorang freelancer, blogger, publisher, memberikan pelayanan terbaik pada mereka

Rating: 4

12 Komentar "Bagaimana Menghadapi Klien yang Banyak Maunya?"


  1. JhezeR | 1760 Komentar +
    February 13th, 2013 @ 15:03

    hehe benar, TOS / kesepakatan dari awal mmg harus jelas di kedua belah pihak.

    saya jg pernah menghadapi klien yg super nyebelin, terpaksa mesti lakuin apa yg di mau karena sebelumnya dia udah bayar full di muka, gak enak aja kalo gak diladeni waktu itu.

    Balas Yoo

    Hanif Ilham Mahaldi |

    hehe, ya resiko juga sih mas, soalnya kalau TOSnya udah jelas masih banyak maunya yg repot, kalau repotnya diawal sih gak masalah bisa ditolak, kalau di tengah2 proyek itu yg bikin ngedumel sendiri, ada beberapa tips yg belum saya buat diatas, misalnya kalau permintaannya bertambah dari ketentuan, bisa kita mintai biaya tambahan. Bisa jadi klien akan berpikir ulang untuk banyak maunya.

    Balas Yoo

  2. aloeng | 2 Komentar +
    February 14th, 2013 @ 20:18

    maaf oot gan, link dl wp-gemini themes udah mati gan 🙁 mitna dong gan, kirim ke email ane
    makasih 🙂

    Balas Yoo

    JhezeR |

    link udah diperbaiki, silahkan dicoba lagi. thank

    Balas Yoo

  3. Script Bisnis Online | 1 Komentar +
    February 18th, 2013 @ 07:46

    Memang benar, kita harus tegas dari awal. Dan jika kita rasa sanggup kerjakan, jika tidak tinggalkan. Good posting. Salam kenal mas 🙂

    Balas Yoo

    Hanif Ilham Mahaldi |

    iya, ketegasan perlu, kita jelaskan dulu diawal. 🙂 jadi kesepakatannya menjadi jelas.

    Balas Yoo

  4. Jefry | 11 Komentar +
    March 4th, 2013 @ 15:34

    kebetulan saya menggeluti bidang jasa namun jasa yang berbeda, dan dari berbagai pelanggan tersebut juga ada yang banyak maunya ini dan itu. sepertinya kesabaran sangat kita butuhkan dalam mengembangkan usaha kita dan Insya Allah dikemudian hari kita akan dipermudah oleh Allah SWT

    Balas Yoo

  5. dHaNy | 29 Komentar + ♥♥
    March 4th, 2013 @ 18:37

    mas Hanif jadi penulis disini ya?
    Wah manteb nih pengalamannya.. moga makin byk klien mas..

    Balas Yoo

  6. Mas Andank | 27 Komentar + ♥♥
    March 6th, 2013 @ 18:32

    pengalaman mas Hanif bisa jadi pedoman nih. tapi saya belom ada job jadi untuk pedoman aja

    Balas Yoo

  7. jasa website bogor | 3 Komentar +
    May 14th, 2013 @ 07:13

    sama yah……….

    Balas Yoo

  8. supplier atk bogor | 3 Komentar +
    May 14th, 2013 @ 07:14

    betul itu sy alami

    Balas Yoo

  9. grosir baju bogor | 3 Komentar +
    May 14th, 2013 @ 07:21

    konsumen hrs kt dahulukan

    Balas Yoo

Halo, Silahkan Tinggalkan Jejak Komentarnya Yoo...